TEKNIK PERSIDANGAN
Pada dasarnya, ada empat tahapan yang dapat dilalui dalam sebuah persidangan/ diskusi agar menghasilkan kesimpulan atau keputusan antara lain adalah :
1. Tahapan Ide Atau Gagasan.
Agar jelas apa yang hendak dibicarakan, seseorang pimpinan diskusi atau sidang harus menjelaskan terlebih dahulu persoalan yang sesungguhnya yang akan dibahas, dilengkapi dengan beberapa pemecahanya sebagai gagasan awal yang ditawarkan. Agar lebih dapat dihayati oleh peserta rapat atau diskusi, diasanya akan lebih baik peserta diberi Draft atau Makalah atau Rencana Keputusan. Meskipun demikian, penjelasan lisan tetap dibutuhkan, sebab ada orang yang lebih senang mendengarkan daripada membaca.
2. Tahapan Tanggap Terhadap Ide Atau Gagasan
Kemudian ditanggapi, para peserta memiliki kebebasan untuk mendialogkan gagasannya sesuai dengan latar belakang dan rujukan yang digunakan, pimpinan sidang atau diskusi tidak perlu kaget, jika muncul gagasan-gagasan yang ada di luar pembahasan. Disitulah pentingnya kecermatan pimpinan.
3. Tahapan Polarisasi
Ini merupakan tugas seorang pimpinan sidang atau diskusi, dari perbedaan-perbedaan sudut pandang yang digunakan oleh peserta, pimpinan diskusi punya kepentingan mengiringi setiap perbedaan yang muncul, dan diarahkan pada suatu persoalan yang sesuai dengan target suatu sidang. Misal dalam pembahasan tentang cara apa yang paling efektif dalam menanggulani bencana alam di pedesaan terpencil yang jauh dari jalan raya, muncul sejumlah pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan itu kemudian dikelompokan untuk selanjutnya diambil kesimpulan yang paling mungkin.
4. Tahapan Kesimpulan
Tahapan ini akan mudah dilakukan jika ketiga tahapan sebelumnya dilalui secara efektif. Seringkali tahapan kesimpulan ini dianggap sebagai tahap yang sulit, karena ketika pimpinan sidang merasa sulit menyimpulkan pembahasan besar kemungkinan pimpinan itu melalui tahapan-tahapan tersebut diatas.
Peran Peserta dan Pimpinan
Yang terlebih dahulu dimiliki setiap peserta sidang adalah memiliki sikap mentalitas keterbukaan jiwa, obyektivitas serta bersedia bermusyawarah. Dalam sikap seperti itu, peserta akan memiliki kecenderungan untuk bermain bersama dan bekerjasama. Untuk memelihara peran tersebut, maka peserta harus memperhatikan tugas-tugas sebagai berikut:
1. Mengikuti kegiatan dengan teratur serta mendengarkan, memperhatikan serta menganalisapendapat orang lain. Menjadi pendengar yang baik, kadang-kadang lebih sulit dari pada pembicara yang baik.
2. Aktif menyampaikan pendapat, ide, gagasan, ataupun informasi dengan alasan-alasan yang logis, baik dalam bentuk dukungan ataupun sanggahan terhadap pendapat orang lain.
3. Memusatkan arah pembahasan pada tujuan sidang serta mencegah kemungkinan-kemungkinan terjadinya pepecahan pendapat sehingga pembahasan menjadi terlalu luas dan menyimpang dari tujuan diskusi/sidang. Usaha ini bertujuan agar tidak terlalu sulit dalam menyimpulkan keputusan bersama.
Peran pimpinan sidang sangat penting yaitu merangsang sidang sesuai dengan rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola proses keberlangsungan tertentu. Untuk melihat peran tersebut, maka pimpinan sidang harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Menjamin setiap peserta mengerti masalah yang sedang dibahas.
2. Menjamin setiap pendapat peserta untuk dapat dipahami oleh seluruh peserta lainnya.
3. Tidak berpihak pada salah satu pendapat yang bertentangan, serta sekaligus memperingatkan peserta yang menyimpang dari inti permasalahan yang sedang dibahas.
4. Menjamin setiap peserta untuk dapat menyampaikan pendapatnya dan mengusahakan agar situasi berjalan dengan baik dan suasana menjadi hidup.
5. Menyimpulkan dan merumuskan pendapat-pendapat yang telah disepakati bersama.
Interupsi
Interupsi adalah salah satu istilah yang digunakan untuk memotong pembicaraan karena ada sesuatu hal, dengan menggunakan tarbiyah etika atau aturan tertentu. Caranya setiap peserta mempunyai hak untuk mengajukan interupsi, dengan mengangkat tangan sebagai tanda permintaan, yang ditujukan kepada pimpinan sidang. Ia mengajukan usulannya setelah dipersilahkan oleh pimpinan sidang. Dan setiap interupsi harus diperhatikan oleh pimpinan sidang.
Bentuk-bentuk Interupsi:
1. Interupsi In Order, yaitu bentuk pemotongan pembicaraan karena ada masalah yang dapat mengganggu konsentrasi pembahasan, tetapi masih disekitar yang dibahas.
2. Interupsi Out Of Order, yaitu bentuk pemotongan pembicaraan karena ada masalah yang dapat mengganggu jalannya pembahasan, tetapi sudah diluar konteks masalah yang dibahas.
3. Interupsi In Teknis, yaitu bentuk pemotongan pembicaraan karena ada persoalan yang bersipat teknis dan dapat mengganggu jalannya persidangan.
4. Interupsi Clearing, yaitu interupsi dengar pendapat dengan peserta dan pimpinan sidang. Dan masih banyak lagi interupsi yang lainnya.
Palu Sidang
Persoalan penting lainnya yang biasa digunakan dalam rapat atau persidangan adalah pengetukan palu sidang, sederhana tapi berpengaruh besar dan dianggap sakral. Perlu diketahui paling tidak ada empat ketukan palu dalam persidangan yaitu:
1. Pukulan palu sidang satu kali digunakan untuk:
Pengesahan materi sidang pada tiap-tiap point bahasan.
Penyerahan palu sidang kepada pimpinan sidang yang lain.
Penerimaan palu sidang dari pimpinan sidang lain.
Membuka dan menutup score untuk waktu lebih dari 30 menit.
2. Pukulan palu dua kali digunakan untuk :
Mengesahkan materi sidang pada tiap BAB pembahasan.
Membuka dan menutup score untuk waktu lebih dari 30 menit.
3. Pukulan palu tiga kali untuk :
Pengesahan materi sidang secara keseluruhan pada tiap-tiap pembahasan
Pengesahan keseluruhan materi persidangan.
Membuka dan menutup sidang.
4. Pukulan beberapa kali secara berturut-turut
Merupakan perhatian kepada seluruh peserta sidang, biasanya digunakan ketika sidang dalam keadaan ribut dan tidak dapat diatasi secara lisan.
Istilah-istilah dalam persidangan
Sidang Pleno adalah sidang yang dihadiri oleh seluruh anggota, para tamu undangan pengurus rangkap. Biasanya terbagi ke-Dalam sidang pleno 1,2,3, dan 4, contoh pembahasanya mengenai seputar agenda acara, tata tertib, sidang komisi dll.
Sidang Komisi atau Kelompok adalah sidang yang khusus diadakan oleh komisi yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan organisasi, misalnya komisi A tentang anggaran, komisi B tentang program kerja dll.
Sidang Paripurna adalah sidang penyempurnaan dari sidang pleno dan komisi disatukan menjadi satu atau disempurnakan.
Kuorum adalah ukuran sah atau tidaknya rapat atau sidang dalam mengambil keputusan. Biasanya ada istilah setengah lebih dari satu ( ½ + 1 ) berdasarkan jumlah peserta yang hadir, artinya apabila jumlah pesrta ada 50 orang sidang sah apabila dihadiri 25 + 1 = 26 , karena memenuhi kuorum atau ada istilah yang lainya.
Voting istilah kata dari “Vote” yang berarti :Hak Suara” yaitu pengambilan suara terbanyak ketika musyawarah untuk tidak tercapai. biasanya dengan cara mengacungkan tangan ke-atas.
Interupsi yakni pemotongan pembicaraan karena ada sesuatu hal yang perlu diperbaiki atau dikaji ulang.
Skorsing yakni sama dengan jeda atau istirahat sejenak atau Rapat diberhentikan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan dan disepakati.
Pending yaitu dipakai untuk menunda sidang atau pembahasan suatu masalah karena berbagai alasan teknis, misalnya belum lengkapnya perlengkapan sidang dan lainya.
Rujukan/Daftar bacaan :
Drs. Asep S. Muhtadi,M.Pd, Dinamika Mahasiswa, Insan Citra Bandung 1997
Jalaludin Rahmat, Retorika Modern : Sebuah Karangan Teori dan Praktek Berpidato Akademik, Bandung 1982
AGENDA ACARA
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
WAKTU JENIS KEGIATAN
10.00-11.30 Wib Opening Ceremony
1. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
2. Prakata Ketua Panitia
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
4. Sambutan-sambutan
a. Ketua Umum HIMMAKA Cirebon
b. Dewan Pembina HIMMAKA Cirebon
c. Bupati Majalengka Sekaligus Membuka Acara
5. Do’a / Penutup
11.30-13.00 Wib ISOMA ( Shalat, Makan)
13.00-17.30 Wib Sidang Pleno I
a) Pembahasan Agenda Acara
b) Pemilihan Presidium Sidang
17.30-19.00 Wib ISOMA (Mandi, Shalat, Istirehat)
19.00-01.30 Wib Sidang Pleno II
a. Sidang Komisi
Sidang Komisi A (Proram Kerja)
Sidang Komisi B (Struktur Organisasi)
Sidang Komisi C (Rekomendasi Intern dan Ekstern)
b. Sidang Paripurna
01.30-02.00 Wib ISMA (Istirahat, Makan)
02.00-03.30 Wib Sidang Pleno III
a) Pembahasan Tata Tertib Kriteria Ketua Angkatan dan Wakil Ketua Angkatan
b) Pencalonan dan Pemilihan Ketua Angkatan dan Wakil Ketua Angkatan
c) Pemilihan Ketua Angkatan dan Wakil Ketua Angkatan
03.30-04.00 Closing Ceremony
TATA TERTIB
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
BAB I
NAMA, WAKTU, KEDUDUKAN, DAN TEMPAT
Pasal 1
Nama :Penerimaan Anggota Baru (PAB) Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Cirebon
Waktu :Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 02-04 Oktober 2009
Kedudukan :Musyawarah ini merupakan musyawarah PAB diHimpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Cirebon untuk memilih ketua angkatan.
Tempat :Musyawarah ini dilaksanakan di Gedung Bapermin Majalengka
BAB II
HAK DAN WEWENANG
Pasal 2
1. Menyusun pokok-pokok pikiran dan ide-ide kreatif anggota HIMMAKA Cirebon masa bakti 2009-2010
2. Menyusun mekanisme pemilihan serta menetapkan kriteria calon formatur dan mode formatur ketua angkatan dalam PAB HIMMAKA Cirebon.
3. Mengadakan pemilihan formatur dan mide formatur angkatan dalam penerimaan anggota baru HIMMAKA Cirebon serta menetapkanya.
BAB III
PESERTA DAN HAK-HAKNYA
Pasal 3
1. Peserta musyawarah ini terdiri dari peserta penuh, biasa, dan peninjau
2. Peserta penuh adalah anggota baru HIMMAKA Cirebon.
3. Peserta biasa adalah seluruh pengurus dan anggota yang masih tercatat aktif di HIMMAKA Cirebon dan tercatat aktif kuliah.
4. Peserta peninjau adalah Unadangan dari panitia, Senior, atau Alumnus HIMMAKA Cirebon.
5. Peserta Biasa da Peninjau hanya memiliki hak bicara.
BAB IV
SIDANG-SIDANG
Pasal 4
a. Sidang Pleno
b. Sidang Komisi
c. Sidang Paripurna
BAB V
PIMPINAN SIDANG
Pasal 5
1. Panitia Pengarah
2. Presidium Sidang
3. Pimpinan Sidang Komisi
BAB VI
TUGAS PIMPINAN SIDANG
Pasal 6
1. Panitia pengarah bertugas :
Memimpin presidangan sampai terpilihnya presidium sidang
Membantu jalannya tugas presidium sidang
2. Presidium sidang bertugas memimpin jalanya persidangan sampai selesai
3. Pimpinan sidang komisi bertugas :
Memimpin sidang komisi
Melaporkan hasil sidang komisi
BAB VII
QUORUM
Pasal 7
1. Musyawarah PAB ini dinyatakan sah apabila disepakati oleh setengah lebih dari satu dari peserta yang hadir.
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka sidang ditunda selama 15 menit dan setelah itu dinyatakan sah dengan suara terbanyak.
BAB VIII
KEPUTUSAN
Pasal 8
1. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mupakat
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka diambil keputusan suara terbanyak / voting
BAB IX
PENUTUP
Pasal 9
Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur atau ditetapkan kemudian berdasarkan kesepakatan bersama.
Cirebon, 01 Oktober 2009
Stering Comite
SURAT KEPUTUSAN
01/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
PENGESAHAN AGENDA ACARA DAN TATA TERTIB
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa yang menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya agenda acaradan tata tertib Penerimaan
Anggota Baru (PAB) XIV
Mengingat : AD/ART HIMMAKACirebon pasal 2 ayat (9) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno 1 tentang tata tertib persidangan dan kriteria presidium sidang
MEMUTUSKAN
Menetapakan : Tata tertib dan kriteria pemilihan pimpinan sidang PAB HIMMAKA Cirebon
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkanya
Billahi taufiq wal hidayah
Wasalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : .......................................
Pada tanggal : .......................................
Waktu : ........... : ............
Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II
............................. ..........................
TATA TERTIB DAN KRITERIA PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
TATA TERTIB PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
1. Pemilihan presidium sidang dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka dilaksanakan voting
3. Pemilihan presidium sidang dilaksanakan dua tahap, tahap balon dan tahap calon
4. Calon presidium sidang yang memperoleh suara terbanyak 1,2,3, dinyatakan sah sebagai presidium sidang
5. Calon presidium sidang dinyatakan sah apabila didukung oleh minimal 5 suara
6. Semua perserta berhak menjadi presidium sidang kecuali peserta peninjau, SC, dan ketua Umum
7. Jika terdapat suara sama maka dilakukan pemilihan ulang
8. Presidium sidang memimpin seluruh jalannya persidangan dan bertanggung jawab untuk terlaksananya persidangan dengan lancar dan tertib.
KRITERIA CALON PRESIDIUM SIDANG
1. Berakhlak mulia
2. Memahami tekhnik dan mekanisme persidangan
3. Adil dan bijaksana dalam memimpin persidangan hingga selesai
4. Sanggup memimpin persidangan hingga selesai
5. Calon presidium sidang menyatakan kesediaannya dengan lisan
6. Calon presidium sidang tidak pernah tercemar nama baiknya sendiri maupun dalam organisasi
7. Memiliki loyalitas tinggi terhadap HIMMAKA Cirebon
8. Terdaftar sebagai anggota HIMMAKA Cirebon dibuku besar ( Daftar nama-nama anggota HIMMAKA Cirebon)
SURAT KEPUTUSAN
02/SK/PAB XIV/HIMMAKA Cirebon/IX/2009
Tentang :
TATA TERTIB DAN KRITERIA PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa yang menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya tata tertib dan kriteria pemilihan presidium sidang Penerimaan Anggota Baru (PAB) XIV
Mengingat : AD/ART HIMMAKACirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno 1 pemilihan presidium sidang
MEMUTUSKAN
Menetapakan : Tata tertib dan kriteria pemilihan presisium sidang PAB HIMMAKA Cirebon
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkanya
Billahi taufiq wal hidayah
Wasalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : .......................................
Pada tanggal : .......................................
Waktu : ........... : ............
Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II
............................. ..........................
SURAT KEPUTUSAN
03/SK/PAB XIV/HIMMAKA Cirebon/IX/2009
Tentang :
PENETAPAN PRESIDIUM SIDANG
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalanya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya tata tertib pemilihan dan penetapan presidium sidang PAB HIMMAKA Cirebon
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada Sidang Pleno I pemilihan presidium sidang
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Saudara .............................. Sebagai presidium sidang I
Saudara .............................. Sebagai presidium sidang II
Saudara .............................. Sebagai presidium sidang III
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : ...............................
Pada Tanggal : ...............................
Waktu : ...............................
Pimpinan sidang I Pimpinan sidang II
........................... ..............................
KOMISI A
PROGRAM KERJA
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
BIDANG KESEKRETARIATAN
Pendataan anggota
Pengarsipan surat masuk dan keluar
Membuat sruktur organisasi dan program kerja
Membuat arsip dalam setiap kegiatan
Mengupayakan sekertariat yang permanen
Mengelola administrasi secara profesional
Mengadakan komputer
Menginpentalisir barang
Membuat angket tentang pengakomodiran kebutuhan anggota HIMMAKA Cirebon
Menggantikan tugas ketua apabila ketua berhalangan hadir
BIDANG PENDANAAN
Mengaktifkan iuran anggota dan pengurus
Mencari sumber dana lain yang halal dan tidak mengikat
Membuat rekening atas nama HIMMAKA Cirebon
Mengoptimalisasikan administrasi keuangan yang bertanggung jawab
Mengupayakan donatur yang tetap demi kelancaran progran kerja HIMMAKA Cirebon
DEPERTEMEN PENDIDIKAN DAN PENGKADERAN
Mengadakan kajian – kajian keislaman, kebangsaan, kemahasiswaan.
Mengadakan bimtest dan tryout masuk PT. Negeri di Cirebon
Mengadakan HIMMAKA go to school
Mengadakan buka bersama dan halal bihalal
Mengadakan pelatihan kepemimpinan (leadership)
Mengadakan HIMMAKA Expo
DEPARTEMEN PENGABDIAN KESEJAHTRAAN MASYARAKAT
Mengadakan bakti sosial (BAKSOS)
Memperingati PHBI dan PHBN
Silaturahmi dengan masyarakat dan alumni
Mengadakan seminar remaja daerah dan nasional
Mengadakan study tour
Mengadakan penggalangan dana apabila ada korban bencana alam yang bersifat insidental
DEPARTEMEN KEKARYAAN DAN INFORMASI
Membuat identitas anggota seperti kaos, jaket, sal, dll
Membuat kartu tanda anggota (KTA)
Membuat bendera Himmaka Cirebon
Memperluas jaringan organisasi baik di Majalengka maupun di Cirebon serta membangun silaturahmi dan komunikasi antara Himmaka dan komunikasi antara Himmaka se Indonesia
Membuat papan informasi
Membuat bulletin Himmaka
Menjalin komunikasi dengan media masa
DEPARTEMEN PENGEMBANGAN APARATUR ORGANISASI
Mengadakan penerimaan anggota baru (PAB)
Mengadakan rapat pengurus untuk komunikasi konsolidasi dan evaluasi program kerja Himmaka Cirebon
Mengadakan rapat pleno
Mengadakan up grading pengurus dan anggota Himmaka Cirebon
Mengadakan MUSWIL (Musyawarah Wilayah)
Memperluas jaringan, membentuk dan mengkordinir Himmaka disetiap kampus di wilayah Cirebon
,
KOMISI B
STRUKTUR ORGANISASI
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Pelindung : Bupati Majalengka
Penasehat : Dosen-dosen asal Majalengka di wilayah Cirebon
Alumnus Himmaka Cirebon
Pembimbing : Mantan – mantan Ketum dan Sekum Himmaka
Cirebon yang masih berstatus Mahasiswa
Penanggung jawab : Ketua Umum Himmaka Cirebon
Ketua Umum : ...................................................
Sekertaris umum : ...................................................
Bendahara Bidang : ...................................................
BIDANG-BIDANG
Bidang Pendanaan : ...................................................
(ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Bidang Kesekretariatan : ...................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN :
Pembinaan Aparatur Organisasi : ..................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Pendidikan dan Pengkaderan : ..................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Pengabdian dan kesehjahteraan Masyarakat : .............................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Kekaryaan dan Informasi : ..................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
KOMISI C
REKOMENDASI INTERNAL DAN EKSTERNAL
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
REKOMENDASI INTERN
1. meningkatkan since of belonging and since of resfonsibility sehingga terciptanya fungsionalisasi pengurus dan anggota
2. meningkatkan dan mengoptimalkan pembinaan terhadap kader-kader Himmaka yang ada
3. Pengembangan manajemen organisasi secara modern
4. konsolidasi antar pengurus, dosen dan anggota perlu ditingkatkan
5. Meneruskan mengusahakan sekertariat agar dijadikan program awal sebagai sarana berkumpulnya basis mahasiswa Majalengka dalam merealisasikan program kerja
6. Meningkatkan kajian rutin dan mengadakan bulletin untuk menambah wawasan dan cakrawala berpikir
REKOMENDASI EKSTERN
1. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah, DPRD,instansi-instansi terkait baik pemerintahan atau swasta serta kalangan pers dan media lainnya dengan mengedepankan independensi
2. Memperluas jaringan Himmaka di Cirebon dan membangun komunikasi antar Himmaka se- Indonesia, BEM di kampus-kampus Majalengka dan OKP di Majalengka
3. Aktualisasi nilai-nilai pengabdian masyarakat dengan mengadakan kegiatan yang menyentuh kebutuhan mahasiswadan masayarakat
4. Mempertegas dan merealisasikan peran Himmaka diekstern
5. Tetap konsen terhadap fungsi kontrol sosial didalam menyikapi berbagai kebijakan eksekutif dan leegislatif dengan mengadakan audiensi, seminar, aksi unjuk rasa dll.
6. Tetap kritris dalam menyikapi perubahan-perubahan politik, ekonomi dan sosial budaya yang terjadi di kota pensiunan.
SURAT KEPUTUSAN
04/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
PENGESAHAN HASIL SIDANG KOMISI
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya pengesahan hasil sidang komisi pengurus periode 2009-2010
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno II tentang sidang komisi PAB HIMMAKA Cirbon
periode 2008-2009
MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. program kerja Himmaka Cirebon
2. Rekomendasi Intern dan ekstern Himmaka Cirebon
3. Struktur Organisasi Himmaka Cirebon
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufik wal hidayah
Wassalamu,alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : ...............................
Pada Tanggal : ...............................
Waktu : ...............................
Presidium Sidang I Presidium Sidang II Presidium Sidang III
............................. ................................ ..............................
TATA TERTIB DAN KRITERIA
PEMILIHAN KETUA ANGKATAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB)
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
TATA TERTIB
1. Pemilihan Ketua Angkatan dan wakil Ketua Angkatan dengan secara musyawarah untuk mupakat
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka dilaksanakan voting.
3. pemilihan dilakukan dengan jurdil dan luber
4. Pemilihan Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan dilaksanakan dua tahap, tahap pencalonan dan pemilihan.
5. Calon Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan dinyatakan syah apabila didukung oleh 10 suara.
6. Calon Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan harus menyampaikan visi dan misi mengenai Himmaka Cirebon ke depan.
7. Semua peserta berhak menjadi Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan
8. Apabila terdapat satu calon ketua angkatan maka dinyatakan sebagai ketua angkatan terpilih.
9. jika terdapat suara sama maka dilakukan pemilihan ulang.
KRITERIA CALON KETUA ANGKTAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN
1. Berakhlak mulia.
2. Mampu mempersentasikan konsepsi dan misi kemajuan Himmaka dihadapan peserta secara lisan maupun tulisan.
3. Terdaftar sebagai anggota HIMMAKA Cirebon
4. Memiliki loyal dan dedikasi yang tinggi terhadap Himmaka Cirebon.
5. Memiliki visi dan misi yang jelas bukan hanya skedar retorika belaka.
SURAT KEPUTUSAN
05/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
TATA TERTIB KETUA ANGKATAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB)
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya tata tertib dan kriteria pemilihan ketua angkatan dan wakil ketua angkatan periode 2009-2010
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno III tentang pembahasan tata tertib dan kriteria ketua angkatan dan wakil ketua angkatan periode 2009-2010
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Tata tertib dan kriteria pemilihan Ketua angkatan dan wakil ketua Angkatan.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufik wal hidayah
Wassalamu alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : ............................
Pada Tanggal : ............................
Waktu : ............................
Presidium Sidang I Presidium Sidang II Presidium Sidang III
............................. ............................. ................................
SURAT KEPUTUSAN
06/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
PENGESAHAN KETUA ANGKATAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB)
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya pengesahan ketua angkatan dan wakil ketua angkatan
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno III tentang pemilihan ketua angkatan dan wakil ketua angktan PAB HIMMAKA Cirebon periode 2009-2010
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Saudara ................................. Sebagai ketua angkatan Saudara ................................. Sebagai wakil ketua angkatan
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkannya di : ..........................
Pada tanggal : ...........................
Waktu : ...........................
Presidium Sidang I Presidium Sidang II Presidium Sidang III
............................. ............................... ....................................
TEKNIK PERSIDANGAN
Pada dasarnya, ada empat tahapan yang dapat dilalui dalam sebuah persidangan/ diskusi agar menghasilkan kesimpulan atau keputusan antara lain adalah :
1. Tahapan Ide Atau Gagasan.
Agar jelas apa yang hendak dibicarakan, seseorang pimpinan diskusi atau sidang harus menjelaskan terlebih dahulu persoalan yang sesungguhnya yang akan dibahas, dilengkapi dengan beberapa pemecahanya sebagai gagasan awal yang ditawarkan. Agar lebih dapat dihayati oleh peserta rapat atau diskusi, diasanya akan lebih baik peserta diberi Draft atau Makalah atau Rencana Keputusan. Meskipun demikian, penjelasan lisan tetap dibutuhkan, sebab ada orang yang lebih senang mendengarkan daripada membaca.
2. Tahapan Tanggap Terhadap Ide Atau Gagasan
Kemudian ditanggapi, para peserta memiliki kebebasan untuk mendialogkan gagasannya sesuai dengan latar belakang dan rujukan yang digunakan, pimpinan sidang atau diskusi tidak perlu kaget, jika muncul gagasan-gagasan yang ada di luar pembahasan. Disitulah pentingnya kecermatan pimpinan.
3. Tahapan Polarisasi
Ini merupakan tugas seorang pimpinan sidang atau diskusi, dari perbedaan-perbedaan sudut pandang yang digunakan oleh peserta, pimpinan diskusi punya kepentingan mengiringi setiap perbedaan yang muncul, dan diarahkan pada suatu persoalan yang sesuai dengan target suatu sidang. Misal dalam pembahasan tentang cara apa yang paling efektif dalam menanggulani bencana alam di pedesaan terpencil yang jauh dari jalan raya, muncul sejumlah pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan itu kemudian dikelompokan untuk selanjutnya diambil kesimpulan yang paling mungkin.
4. Tahapan Kesimpulan
Tahapan ini akan mudah dilakukan jika ketiga tahapan sebelumnya dilalui secara efektif. Seringkali tahapan kesimpulan ini dianggap sebagai tahap yang sulit, karena ketika pimpinan sidang merasa sulit menyimpulkan pembahasan besar kemungkinan pimpinan itu melalui tahapan-tahapan tersebut diatas.
Peran Peserta dan Pimpinan
Yang terlebih dahulu dimiliki setiap peserta sidang adalah memiliki sikap mentalitas keterbukaan jiwa, obyektivitas serta bersedia bermusyawarah. Dalam sikap seperti itu, peserta akan memiliki kecenderungan untuk bermain bersama dan bekerjasama. Untuk memelihara peran tersebut, maka peserta harus memperhatikan tugas-tugas sebagai berikut:
1. Mengikuti kegiatan dengan teratur serta mendengarkan, memperhatikan serta menganalisapendapat orang lain. Menjadi pendengar yang baik, kadang-kadang lebih sulit dari pada pembicara yang baik.
2. Aktif menyampaikan pendapat, ide, gagasan, ataupun informasi dengan alasan-alasan yang logis, baik dalam bentuk dukungan ataupun sanggahan terhadap pendapat orang lain.
3. Memusatkan arah pembahasan pada tujuan sidang serta mencegah kemungkinan-kemungkinan terjadinya pepecahan pendapat sehingga pembahasan menjadi terlalu luas dan menyimpang dari tujuan diskusi/sidang. Usaha ini bertujuan agar tidak terlalu sulit dalam menyimpulkan keputusan bersama.
Peran pimpinan sidang sangat penting yaitu merangsang sidang sesuai dengan rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola proses keberlangsungan tertentu. Untuk melihat peran tersebut, maka pimpinan sidang harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Menjamin setiap peserta mengerti masalah yang sedang dibahas.
2. Menjamin setiap pendapat peserta untuk dapat dipahami oleh seluruh peserta lainnya.
3. Tidak berpihak pada salah satu pendapat yang bertentangan, serta sekaligus memperingatkan peserta yang menyimpang dari inti permasalahan yang sedang dibahas.
4. Menjamin setiap peserta untuk dapat menyampaikan pendapatnya dan mengusahakan agar situasi berjalan dengan baik dan suasana menjadi hidup.
5. Menyimpulkan dan merumuskan pendapat-pendapat yang telah disepakati bersama.
Interupsi
Interupsi adalah salah satu istilah yang digunakan untuk memotong pembicaraan karena ada sesuatu hal, dengan menggunakan tarbiyah etika atau aturan tertentu. Caranya setiap peserta mempunyai hak untuk mengajukan interupsi, dengan mengangkat tangan sebagai tanda permintaan, yang ditujukan kepada pimpinan sidang. Ia mengajukan usulannya setelah dipersilahkan oleh pimpinan sidang. Dan setiap interupsi harus diperhatikan oleh pimpinan sidang.
Bentuk-bentuk Interupsi:
1. Interupsi In Order, yaitu bentuk pemotongan pembicaraan karena ada masalah yang dapat mengganggu konsentrasi pembahasan, tetapi masih disekitar yang dibahas.
2. Interupsi Out Of Order, yaitu bentuk pemotongan pembicaraan karena ada masalah yang dapat mengganggu jalannya pembahasan, tetapi sudah diluar konteks masalah yang dibahas.
3. Interupsi In Teknis, yaitu bentuk pemotongan pembicaraan karena ada persoalan yang bersipat teknis dan dapat mengganggu jalannya persidangan.
4. Interupsi Clearing, yaitu interupsi dengar pendapat dengan peserta dan pimpinan sidang. Dan masih banyak lagi interupsi yang lainnya.
Palu Sidang
Persoalan penting lainnya yang biasa digunakan dalam rapat atau persidangan adalah pengetukan palu sidang, sederhana tapi berpengaruh besar dan dianggap sakral. Perlu diketahui paling tidak ada empat ketukan palu dalam persidangan yaitu:
1. Pukulan palu sidang satu kali digunakan untuk:
Pengesahan materi sidang pada tiap-tiap point bahasan.
Penyerahan palu sidang kepada pimpinan sidang yang lain.
Penerimaan palu sidang dari pimpinan sidang lain.
Membuka dan menutup score untuk waktu lebih dari 30 menit.
2. Pukulan palu dua kali digunakan untuk :
Mengesahkan materi sidang pada tiap BAB pembahasan.
Membuka dan menutup score untuk waktu lebih dari 30 menit.
3. Pukulan palu tiga kali untuk :
Pengesahan materi sidang secara keseluruhan pada tiap-tiap pembahasan
Pengesahan keseluruhan materi persidangan.
Membuka dan menutup sidang.
4. Pukulan beberapa kali secara berturut-turut
Merupakan perhatian kepada seluruh peserta sidang, biasanya digunakan ketika sidang dalam keadaan ribut dan tidak dapat diatasi secara lisan.
Istilah-istilah dalam persidangan
Sidang Pleno adalah sidang yang dihadiri oleh seluruh anggota, para tamu undangan pengurus rangkap. Biasanya terbagi ke-Dalam sidang pleno 1,2,3, dan 4, contoh pembahasanya mengenai seputar agenda acara, tata tertib, sidang komisi dll.
Sidang Komisi atau Kelompok adalah sidang yang khusus diadakan oleh komisi yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan organisasi, misalnya komisi A tentang anggaran, komisi B tentang program kerja dll.
Sidang Paripurna adalah sidang penyempurnaan dari sidang pleno dan komisi disatukan menjadi satu atau disempurnakan.
Kuorum adalah ukuran sah atau tidaknya rapat atau sidang dalam mengambil keputusan. Biasanya ada istilah setengah lebih dari satu ( ½ + 1 ) berdasarkan jumlah peserta yang hadir, artinya apabila jumlah pesrta ada 50 orang sidang sah apabila dihadiri 25 + 1 = 26 , karena memenuhi kuorum atau ada istilah yang lainya.
Voting istilah kata dari “Vote” yang berarti :Hak Suara” yaitu pengambilan suara terbanyak ketika musyawarah untuk tidak tercapai. biasanya dengan cara mengacungkan tangan ke-atas.
Interupsi yakni pemotongan pembicaraan karena ada sesuatu hal yang perlu diperbaiki atau dikaji ulang.
Skorsing yakni sama dengan jeda atau istirahat sejenak atau Rapat diberhentikan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan dan disepakati.
Pending yaitu dipakai untuk menunda sidang atau pembahasan suatu masalah karena berbagai alasan teknis, misalnya belum lengkapnya perlengkapan sidang dan lainya.
Rujukan/Daftar bacaan :
Drs. Asep S. Muhtadi,M.Pd, Dinamika Mahasiswa, Insan Citra Bandung 1997
Jalaludin Rahmat, Retorika Modern : Sebuah Karangan Teori dan Praktek Berpidato Akademik, Bandung 1982
AGENDA ACARA
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
WAKTU JENIS KEGIATAN
10.00-11.30 Wib Opening Ceremony
1. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
2. Prakata Ketua Panitia
3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
4. Sambutan-sambutan
a. Ketua Umum HIMMAKA Cirebon
b. Dewan Pembina HIMMAKA Cirebon
c. Bupati Majalengka Sekaligus Membuka Acara
5. Do’a / Penutup
11.30-13.00 Wib ISOMA ( Shalat, Makan)
13.00-17.30 Wib Sidang Pleno I
a) Pembahasan Agenda Acara
b) Pemilihan Presidium Sidang
17.30-19.00 Wib ISOMA (Mandi, Shalat, Istirehat)
19.00-01.30 Wib Sidang Pleno II
a. Sidang Komisi
Sidang Komisi A (Proram Kerja)
Sidang Komisi B (Struktur Organisasi)
Sidang Komisi C (Rekomendasi Intern dan Ekstern)
b. Sidang Paripurna
01.30-02.00 Wib ISMA (Istirahat, Makan)
02.00-03.30 Wib Sidang Pleno III
a) Pembahasan Tata Tertib Kriteria Ketua Angkatan dan Wakil Ketua Angkatan
b) Pencalonan dan Pemilihan Ketua Angkatan dan Wakil Ketua Angkatan
c) Pemilihan Ketua Angkatan dan Wakil Ketua Angkatan
03.30-04.00 Closing Ceremony
TATA TERTIB
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
BAB I
NAMA, WAKTU, KEDUDUKAN, DAN TEMPAT
Pasal 1
Nama :Penerimaan Anggota Baru (PAB) Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Cirebon
Waktu :Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 02-04 Oktober 2009
Kedudukan :Musyawarah ini merupakan musyawarah PAB diHimpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Cirebon untuk memilih ketua angkatan.
Tempat :Musyawarah ini dilaksanakan di Gedung Bapermin Majalengka
BAB II
HAK DAN WEWENANG
Pasal 2
1. Menyusun pokok-pokok pikiran dan ide-ide kreatif anggota HIMMAKA Cirebon masa bakti 2009-2010
2. Menyusun mekanisme pemilihan serta menetapkan kriteria calon formatur dan mode formatur ketua angkatan dalam PAB HIMMAKA Cirebon.
3. Mengadakan pemilihan formatur dan mide formatur angkatan dalam penerimaan anggota baru HIMMAKA Cirebon serta menetapkanya.
BAB III
PESERTA DAN HAK-HAKNYA
Pasal 3
1. Peserta musyawarah ini terdiri dari peserta penuh, biasa, dan peninjau
2. Peserta penuh adalah anggota baru HIMMAKA Cirebon.
3. Peserta biasa adalah seluruh pengurus dan anggota yang masih tercatat aktif di HIMMAKA Cirebon dan tercatat aktif kuliah.
4. Peserta peninjau adalah Unadangan dari panitia, Senior, atau Alumnus HIMMAKA Cirebon.
5. Peserta Biasa da Peninjau hanya memiliki hak bicara.
BAB IV
SIDANG-SIDANG
Pasal 4
a. Sidang Pleno
b. Sidang Komisi
c. Sidang Paripurna
BAB V
PIMPINAN SIDANG
Pasal 5
1. Panitia Pengarah
2. Presidium Sidang
3. Pimpinan Sidang Komisi
BAB VI
TUGAS PIMPINAN SIDANG
Pasal 6
1. Panitia pengarah bertugas :
Memimpin presidangan sampai terpilihnya presidium sidang
Membantu jalannya tugas presidium sidang
2. Presidium sidang bertugas memimpin jalanya persidangan sampai selesai
3. Pimpinan sidang komisi bertugas :
Memimpin sidang komisi
Melaporkan hasil sidang komisi
BAB VII
QUORUM
Pasal 7
1. Musyawarah PAB ini dinyatakan sah apabila disepakati oleh setengah lebih dari satu dari peserta yang hadir.
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka sidang ditunda selama 15 menit dan setelah itu dinyatakan sah dengan suara terbanyak.
BAB VIII
KEPUTUSAN
Pasal 8
1. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mupakat
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka diambil keputusan suara terbanyak / voting
BAB IX
PENUTUP
Pasal 9
Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur atau ditetapkan kemudian berdasarkan kesepakatan bersama.
Cirebon, 01 Oktober 2009
Stering Comite
SURAT KEPUTUSAN
01/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
PENGESAHAN AGENDA ACARA DAN TATA TERTIB
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa yang menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya agenda acaradan tata tertib Penerimaan
Anggota Baru (PAB) XIV
Mengingat : AD/ART HIMMAKACirebon pasal 2 ayat (9) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno 1 tentang tata tertib persidangan dan kriteria presidium sidang
MEMUTUSKAN
Menetapakan : Tata tertib dan kriteria pemilihan pimpinan sidang PAB HIMMAKA Cirebon
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkanya
Billahi taufiq wal hidayah
Wasalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : .......................................
Pada tanggal : .......................................
Waktu : ........... : ............
Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II
............................. ..........................
TATA TERTIB DAN KRITERIA PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
TATA TERTIB PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
1. Pemilihan presidium sidang dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka dilaksanakan voting
3. Pemilihan presidium sidang dilaksanakan dua tahap, tahap balon dan tahap calon
4. Calon presidium sidang yang memperoleh suara terbanyak 1,2,3, dinyatakan sah sebagai presidium sidang
5. Calon presidium sidang dinyatakan sah apabila didukung oleh minimal 5 suara
6. Semua perserta berhak menjadi presidium sidang kecuali peserta peninjau, SC, dan ketua Umum
7. Jika terdapat suara sama maka dilakukan pemilihan ulang
8. Presidium sidang memimpin seluruh jalannya persidangan dan bertanggung jawab untuk terlaksananya persidangan dengan lancar dan tertib.
KRITERIA CALON PRESIDIUM SIDANG
1. Berakhlak mulia
2. Memahami tekhnik dan mekanisme persidangan
3. Adil dan bijaksana dalam memimpin persidangan hingga selesai
4. Sanggup memimpin persidangan hingga selesai
5. Calon presidium sidang menyatakan kesediaannya dengan lisan
6. Calon presidium sidang tidak pernah tercemar nama baiknya sendiri maupun dalam organisasi
7. Memiliki loyalitas tinggi terhadap HIMMAKA Cirebon
8. Terdaftar sebagai anggota HIMMAKA Cirebon dibuku besar ( Daftar nama-nama anggota HIMMAKA Cirebon)
SURAT KEPUTUSAN
02/SK/PAB XIV/HIMMAKA Cirebon/IX/2009
Tentang :
TATA TERTIB DAN KRITERIA PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa yang menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya tata tertib dan kriteria pemilihan presidium sidang Penerimaan Anggota Baru (PAB) XIV
Mengingat : AD/ART HIMMAKACirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno 1 pemilihan presidium sidang
MEMUTUSKAN
Menetapakan : Tata tertib dan kriteria pemilihan presisium sidang PAB HIMMAKA Cirebon
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkanya
Billahi taufiq wal hidayah
Wasalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : .......................................
Pada tanggal : .......................................
Waktu : ........... : ............
Pimpinan Sidang I Pimpinan Sidang II
............................. ..........................
SURAT KEPUTUSAN
03/SK/PAB XIV/HIMMAKA Cirebon/IX/2009
Tentang :
PENETAPAN PRESIDIUM SIDANG
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) XIV
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalanya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya tata tertib pemilihan dan penetapan presidium sidang PAB HIMMAKA Cirebon
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada Sidang Pleno I pemilihan presidium sidang
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Saudara .............................. Sebagai presidium sidang I
Saudara .............................. Sebagai presidium sidang II
Saudara .............................. Sebagai presidium sidang III
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : ...............................
Pada Tanggal : ...............................
Waktu : ...............................
Pimpinan sidang I Pimpinan sidang II
........................... ..............................
KOMISI A
PROGRAM KERJA
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
BIDANG KESEKRETARIATAN
Pendataan anggota
Pengarsipan surat masuk dan keluar
Membuat sruktur organisasi dan program kerja
Membuat arsip dalam setiap kegiatan
Mengupayakan sekertariat yang permanen
Mengelola administrasi secara profesional
Mengadakan komputer
Menginpentalisir barang
Membuat angket tentang pengakomodiran kebutuhan anggota HIMMAKA Cirebon
Menggantikan tugas ketua apabila ketua berhalangan hadir
BIDANG PENDANAAN
Mengaktifkan iuran anggota dan pengurus
Mencari sumber dana lain yang halal dan tidak mengikat
Membuat rekening atas nama HIMMAKA Cirebon
Mengoptimalisasikan administrasi keuangan yang bertanggung jawab
Mengupayakan donatur yang tetap demi kelancaran progran kerja HIMMAKA Cirebon
DEPERTEMEN PENDIDIKAN DAN PENGKADERAN
Mengadakan kajian – kajian keislaman, kebangsaan, kemahasiswaan.
Mengadakan bimtest dan tryout masuk PT. Negeri di Cirebon
Mengadakan HIMMAKA go to school
Mengadakan buka bersama dan halal bihalal
Mengadakan pelatihan kepemimpinan (leadership)
Mengadakan HIMMAKA Expo
DEPARTEMEN PENGABDIAN KESEJAHTRAAN MASYARAKAT
Mengadakan bakti sosial (BAKSOS)
Memperingati PHBI dan PHBN
Silaturahmi dengan masyarakat dan alumni
Mengadakan seminar remaja daerah dan nasional
Mengadakan study tour
Mengadakan penggalangan dana apabila ada korban bencana alam yang bersifat insidental
DEPARTEMEN KEKARYAAN DAN INFORMASI
Membuat identitas anggota seperti kaos, jaket, sal, dll
Membuat kartu tanda anggota (KTA)
Membuat bendera Himmaka Cirebon
Memperluas jaringan organisasi baik di Majalengka maupun di Cirebon serta membangun silaturahmi dan komunikasi antara Himmaka dan komunikasi antara Himmaka se Indonesia
Membuat papan informasi
Membuat bulletin Himmaka
Menjalin komunikasi dengan media masa
DEPARTEMEN PENGEMBANGAN APARATUR ORGANISASI
Mengadakan penerimaan anggota baru (PAB)
Mengadakan rapat pengurus untuk komunikasi konsolidasi dan evaluasi program kerja Himmaka Cirebon
Mengadakan rapat pleno
Mengadakan up grading pengurus dan anggota Himmaka Cirebon
Mengadakan MUSWIL (Musyawarah Wilayah)
Memperluas jaringan, membentuk dan mengkordinir Himmaka disetiap kampus di wilayah Cirebon
,
KOMISI B
STRUKTUR ORGANISASI
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Pelindung : Bupati Majalengka
Penasehat : Dosen-dosen asal Majalengka di wilayah Cirebon
Alumnus Himmaka Cirebon
Pembimbing : Mantan – mantan Ketum dan Sekum Himmaka
Cirebon yang masih berstatus Mahasiswa
Penanggung jawab : Ketua Umum Himmaka Cirebon
Ketua Umum : ...................................................
Sekertaris umum : ...................................................
Bendahara Bidang : ...................................................
BIDANG-BIDANG
Bidang Pendanaan : ...................................................
(ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Bidang Kesekretariatan : ...................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN :
Pembinaan Aparatur Organisasi : ..................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Pendidikan dan Pengkaderan : ..................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Pengabdian dan kesehjahteraan Masyarakat : .............................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
Kekaryaan dan Informasi : ..................................................
(Ketua, Sekretaris, Bendahara, Anggotanya)
KOMISI C
REKOMENDASI INTERNAL DAN EKSTERNAL
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
REKOMENDASI INTERN
1. meningkatkan since of belonging and since of resfonsibility sehingga terciptanya fungsionalisasi pengurus dan anggota
2. meningkatkan dan mengoptimalkan pembinaan terhadap kader-kader Himmaka yang ada
3. Pengembangan manajemen organisasi secara modern
4. konsolidasi antar pengurus, dosen dan anggota perlu ditingkatkan
5. Meneruskan mengusahakan sekertariat agar dijadikan program awal sebagai sarana berkumpulnya basis mahasiswa Majalengka dalam merealisasikan program kerja
6. Meningkatkan kajian rutin dan mengadakan bulletin untuk menambah wawasan dan cakrawala berpikir
REKOMENDASI EKSTERN
1. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah, DPRD,instansi-instansi terkait baik pemerintahan atau swasta serta kalangan pers dan media lainnya dengan mengedepankan independensi
2. Memperluas jaringan Himmaka di Cirebon dan membangun komunikasi antar Himmaka se- Indonesia, BEM di kampus-kampus Majalengka dan OKP di Majalengka
3. Aktualisasi nilai-nilai pengabdian masyarakat dengan mengadakan kegiatan yang menyentuh kebutuhan mahasiswadan masayarakat
4. Mempertegas dan merealisasikan peran Himmaka diekstern
5. Tetap konsen terhadap fungsi kontrol sosial didalam menyikapi berbagai kebijakan eksekutif dan leegislatif dengan mengadakan audiensi, seminar, aksi unjuk rasa dll.
6. Tetap kritris dalam menyikapi perubahan-perubahan politik, ekonomi dan sosial budaya yang terjadi di kota pensiunan.
SURAT KEPUTUSAN
04/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
PENGESAHAN HASIL SIDANG KOMISI
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya pengesahan hasil sidang komisi pengurus periode 2009-2010
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno II tentang sidang komisi PAB HIMMAKA Cirbon
periode 2008-2009
MEMUTUSKAN
Menetapkan : 1. program kerja Himmaka Cirebon
2. Rekomendasi Intern dan ekstern Himmaka Cirebon
3. Struktur Organisasi Himmaka Cirebon
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufik wal hidayah
Wassalamu,alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : ...............................
Pada Tanggal : ...............................
Waktu : ...............................
Presidium Sidang I Presidium Sidang II Presidium Sidang III
............................. ................................ ..............................
TATA TERTIB DAN KRITERIA
PEMILIHAN KETUA ANGKATAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB)
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
TATA TERTIB
1. Pemilihan Ketua Angkatan dan wakil Ketua Angkatan dengan secara musyawarah untuk mupakat
2. Apabila point pertama tidak terpenuhi maka dilaksanakan voting.
3. pemilihan dilakukan dengan jurdil dan luber
4. Pemilihan Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan dilaksanakan dua tahap, tahap pencalonan dan pemilihan.
5. Calon Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan dinyatakan syah apabila didukung oleh 10 suara.
6. Calon Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan harus menyampaikan visi dan misi mengenai Himmaka Cirebon ke depan.
7. Semua peserta berhak menjadi Ketua Angkatan dan wakil ketua angkatan
8. Apabila terdapat satu calon ketua angkatan maka dinyatakan sebagai ketua angkatan terpilih.
9. jika terdapat suara sama maka dilakukan pemilihan ulang.
KRITERIA CALON KETUA ANGKTAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN
1. Berakhlak mulia.
2. Mampu mempersentasikan konsepsi dan misi kemajuan Himmaka dihadapan peserta secara lisan maupun tulisan.
3. Terdaftar sebagai anggota HIMMAKA Cirebon
4. Memiliki loyal dan dedikasi yang tinggi terhadap Himmaka Cirebon.
5. Memiliki visi dan misi yang jelas bukan hanya skedar retorika belaka.
SURAT KEPUTUSAN
05/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
TATA TERTIB KETUA ANGKATAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB)
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya tata tertib dan kriteria pemilihan ketua angkatan dan wakil ketua angkatan periode 2009-2010
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno III tentang pembahasan tata tertib dan kriteria ketua angkatan dan wakil ketua angkatan periode 2009-2010
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Tata tertib dan kriteria pemilihan Ketua angkatan dan wakil ketua Angkatan.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufik wal hidayah
Wassalamu alaikum Wr.Wb
Ditetapkan di : ............................
Pada Tanggal : ............................
Waktu : ............................
Presidium Sidang I Presidium Sidang II Presidium Sidang III
............................. ............................. ................................
SURAT KEPUTUSAN
06/SK/PAB XIV/HIMMAKA CIREBON/IX/2009
Tentang :
PENGESAHAN KETUA ANGKATAN DAN WAKIL KETUA ANGKATAN
PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB)
HIMPUNAN MAHASISWA MAJALENGKA (HIMMAKA) CIREBON
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Yang bertanda tangan dibawah ini setelah :
Menimbang : Bahwa untuk menjaga kelancaran dan ketertiban jalannya persidangan maka dipandang perlu ditetapkannya pengesahan ketua angkatan dan wakil ketua angkatan
Mengingat : AD/ART HIMMAKA Cirebon pasal 2 ayat (10) HIMMAKA Cirebon
Memperhatikan : Hasil pembahasan pada sidang pleno III tentang pemilihan ketua angkatan dan wakil ketua angktan PAB HIMMAKA Cirebon periode 2009-2010
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Saudara ................................. Sebagai ketua angkatan Saudara ................................. Sebagai wakil ketua angkatan
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ditetapkannya di : ..........................
Pada tanggal : ...........................
Waktu : ...........................
Presidium Sidang I Presidium Sidang II Presidium Sidang III
............................. ............................... ....................................
Rabu, 18 Maret 2015
Jumat, 20 Februari 2015
Makalah pengaruh islam terhadap peradaban dunia barat.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Suatu hal lumrah jika kebudayaan yang mundur akan belajar dari kebudayaan
yang maju. Adalah alami jika suatu kebudayaan yang terbelakang mengadopsi
konsep-konsep kebudayaan yang lebih maju. Tidak ada kebudayaan di dunia ini
yang berkembang tanpa proses interaksi dengan kebudayaan asing. Ketika
peradaban Islam unggul dibanding peradaban Eropa, misalnya, mereka telah
meminjam konsep-konsep penting dalam Islam, akan tetapi, tidak berarti bahwa
semua kebudayaan dapat mengambil semua konsep dari kebudayaan lain. Setiap
kebudayaan memiliki identitas, nilai, konsep dan ideologinya sendiri-sendiri
yang disebut dengan worldview (pandangan hidup).
Suatu kebudayaan dapat meminjam konsep-konsep kebudayaan lain karena
memiliki pandangan hidup. Namun suatu kebudayaan tidak dapat meminjam
sepenuhnya (mengadopsi) konsep-konsep kebudayaan lain, sebab dengan begitu ia
akan kehilangan identitasnya. Peminjaman konsep dari suatu kebudayaan
mengharuskan adanya proses integrasi dan internalisasi konseptual. Namun dalam
proses itu, unsur-unsur pokoknya berperan sebagai filter yang menentukan
diterima tidaknya suatu konsep. Hal ini berlaku dalam sejarah pemikiran dan
peradaban Islam, yaitu ketika Islam meminjam khazanah pemikiran Yunani, India,
Persia, dan lain-lain. Pelajaran yang penting dicatat dalam hal ini bahwa
ketika para ulama meminjam konsep-konsep asing, mereka berusaha
mengintegrasikan konsep-konsep asing ke dalam pandangan hidup Islam dengan asas
pandangan hidup Islam. Memang, proses ini tidak bias berlangsung sekali jadi.
Perlu proses koreksi-mengoreksi dan itu berlangsung dari generasi ke generasi.
Di era modern dan
post-modern sekarang ini, pemikiran dan kebudayaan Barat mengungguli
kebudayaan-kebudayaan lain, termasuk peradaban Islam. Namun tradisi
pinjam-meminjam yang terjadi telah bergeser menjadi proses adopsi, yakni
mengambil penuh konsep-konsep asing, khususnya Barat, tanpa proses adaptasi
atau integrasi. Apa yang dimaksud dengan konsep di sini bukan dalam kaitannya
dengan sains dan teknologi yang bersifat eksak, tetapi lebih berkaitan dengan
konsep keilmuan, kebudayaan, sosial, dan bahkan keagamaan.
Dalam konteks
pembangunan peradaban Islam sekarang ini, proses adaptasi pemikiran merupakan
sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Namun sebelum melakukan hal itu diperlukan
suatu kemampuan untuk menguasai pandangan hidup Islam dan sekaligus Barat,
esensi peradaban Islam dan kebudayaan Barat. Dengan demikian, seorang
cendekiawan dapat berlaku adil terhadap keduanya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah di atas, dapat dibuat
beberapa poin masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana proses peradaban Islam masuk ke dunia barat?
2. Apa saja pengaruh peradaban Islam terhadap dunia barat?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERADABAN ISLAM
1. Pengertian Peradaban Islam
Peradaban dalam
bahasa Arab sering diidentikan dengan tiga mufradat/kosa kata, yaitu hadarah,
tamaddun dan saqafah dan ‘umran. Hadarah secara harfiah
berasal dari akar kata ha-da-ra yang berarti menghendaki sesuatu,
kedatangan sesuatu dan menyaksikan sesuatu. Jika akar katanya berasal dari ma-da-na
maka maknanya adalah membangun, mendirikan kota, memajukan, memurnikan dan
memartabatkan, sedangkan jika akar katanya adalah da-ya-na maka makna
dasarnya adalah jenis dari kepatuhan dan kehinaan kemudian berkembang menjadi madinah
yang artinya kota karena di dalam tegak kepatuhan terhadap pemimpin.
Sedangkan tamaddun
jika berasal dari da-ya-na maka hal tersebut dapat dimaklumi karena
Islam yang diturunkan sebagai din, sejatinya telah memiliki konsep
minimal sebagai peradaban. Sebab kata din itu sendiri telah membawa
makna keberhutangan, susunan kekuasaan, struktur hukum, dan kecenderungan
manusia untuk membentuk masyarakat yang mentaati hukum dan mencari pemerintah
yang adil. Artinya dalam istilah din itu tersembunyi suatu sistem
kehidupan. Oleh sebab itu ketika din (agama) Allah yang bernama Islam
itu telah disempurnakan dan dilaksanakan di suatu tempat, maka tempat itu
diberi nama madinah.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan dua arti peradaban. 1) Kemajuan
(kecerdasan, kebudayaan) lahir batin: bangsa-bangsa di dunia ini tidak sama
tingkat peradabannya; dan 2) Hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan
kebudayaan suatu bangsa.
Muhammad Kazim
Makkiy menyebutkan beberapa elemen dan kriteria peradaban:
a. Khazanah kemanusiaan. Artinya setiap masyarakat manusia mempunyai cara
tersendiri dalam memperoleh kenyamanan hidup, mempertahankan kelangsungan hidup
dan dalam berinteraksi sosial dan komunikasi, dimulai dari yang sangat primitif
sampai dengan yang modern;
b. Akal (pengetahuan) sebagai ciri yang paling menonjol dari peradaban. Akal adalah
yang membedakan manusia dari binatang. Dengannya manusia terus mengalami
perkembangan yang tiada henti;
c. Eksperimen (tajribah) sejarah. Setiap generasi dari sebuah
masyarakat mewarisi cara hidup dari generasi sebelumnya dan mencoba
mengembangkan warisan itu, karena tidak mungkin satu generasi tiba-tiba
menciptakan penemuan tanpa pengetahuan atau pengalaman yang diwarisinya dari
generasi sebelumnya;
d. Struktur geografis. Sebuah peradaban pada satu masyarakat sangat
dipengaruhi oleh keadaan geografis yang meliputinya.
Berdasarkan
keterangan Ka>z}im Makkiy, maka setiap masyarakat dan bangsa mempunyai
peradaban tersendiri, namun yang satu lebih maju dari yang lain, karena
perbedaan elemen-elemen tersebut.
Peradaban (hadarah)
adalah sekumpulan konsep adalah sekumpulan konsep (mafahim) tentang
kehidupan. Peradaban bisa berupa peradaban spiritual ilahiyah (diniyyah ilahiyyah)
atau peradaban buatan manusia (wad‘iyyah basyariyyah). Peradaban
spiritual ilahiyah lahir dari sebuah ideologi, sebagaimana peradaban Islam yang
lahir dari akidah Islam. Sedangkan peradaban buatan manusia muncul dari sebuah
ideologi, seperti misalnya peradaban kapitalis Barat yang merupakan sekumpulan
konsep tentang kehidupan yang muncul dari ideologi sekularisme. Peradaban
semacam ini bisa pula tidak berasal dari sebuah ideologi, semisal peradaban
Shinto, Yunani, Babilonia, dan Mesir Kuno. Peradaban-peradaban tersebut sekedar
merupakan sekumpulan konsep yang disepakati sekelompok manusia, sehingga
menjadi sebuah peradaban yang bersifat kebangsaan.
2.
Dunia Barat
Dunia Barat
atau sering disebut Barat saja merujuk kepada negara-negara yang berada di
benua Eropa dan Amerika. Dunia Barat dibedakan dari dunia Barat yang digunakan
untuk merujuk kepada Asia. Meskipun begitu, pada umumnya kata ini lebih sering
diasosiasikan terhadap negara-negara yang mempunyai mayoritas penduduk berkulit
putih. Oleh karena itu, Australia dan Selandia Baru juga sering dianggap
sebagai bagian dari dunia Barat. Orang-orang yang tinggal di dunia Barat
dipanggil orang Barat.[1][10]
Bagi penduduk timur yang masih menjunjung nilai-nilai tradisional
kebudayaan mereka, kehidupan di dunia Barat yang biasanya lebih terbuka kadang
menyebabkan konotasi negatif terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan
dunia Barat. Orang timur yang telah menyerap sebagian dari gaya hidup Barat
biasanya dikatakan sebagai kebarat-baratan oleh kalangan tersebut.
Meskipun demikian, pengaruh Negara-negara adidaya yang terletak di Barat
seperti Amerika Serikat yang semakin besar terhadap dunia secara keseluruhan
telah membuat kesenjangan antara Barat dan Timur semakin memudar.
3.
Sejarah Peradaban Islam
Dalam sejarah perjalanan umat Islam, umat Islam mengalami pasang surut,
baik dalam bidang politik maupun dalam bidang ilmu pengetahuan maupun peradaban
Islam. Hal ini menyebabkan umat Islam mengalami masa kemundururan.
Kebesaran yang dialami pada masa lalu menyebabkan umat Islam mengalami
kemunduran dan kehancuran, sementara dunia Barat mengalami kemajuan, setelah
mereka pernah terlelap tidur akibat daripada dogmatis dari pemuka gereja
selama berabad-abad lamanya.
Melihat pasang surutnya umat Islam tersebut, Harun Nasution membagi
perjalanan sejarah umat Islam ke dalam tiga priode, yaitu; periode klasik
(650-1250 M), periode pertengahan merupakan periode kemunduran umat Islam
(1250-1800 M), dan periode kebagkitan kembali atau biasa disebut priode modern (1800-sekarang).[2][11] Kalau
berpatokan kepada periodesasi yang dikemukakan oleh Harun Nasution, tampaknya
umat Islam hanya mengalami kemajuan kurang lebih enam abad lamanya, malah
kurang dari itu, kalau dilihat dari pembagian periodesasi dari daulah-daulah
Islam, seperti daulah Bani Abbasiyah di Bagdad dan daulah Bani Umayyah
di Spanyol. Apabila dilihat dari sisi politik dan pemerintahan, maka kemunduran
umat Islam malah lebih cepat lagi mungkin hanya kurang lebih empat abad lamanya
dengan terpecah belahnya kekuasaan Islam dalam beberapa daulah pada saat
itu. Hal ini menunjukkan bahwa masa kemundurun lebih lama daripada masa
kemajuan.
Pada masa kejayaan ummat Islam mencapai puncaknya, bangsa Barat terutama
Eropa, masih dalam kegelapan dan kemunduran. Hal ini disebabkan karena ajaran
dogmatis gereja yang begitu kuat dan sangat berpengaruh. Pemimpin gereja pada
saat itu banyak terlibat langsung dalam menangani urusan-urusan dan unsur-unsur
kenegaraan, bahkan para pemuka agama kristen pada masa itu bersifat otoriter
dalaam memaksakan kehendak dan pendapatnya.[3][13] Akibat
kekuasaan gereja yang begitu dominan dalam berbagai aspek kehidupan pada masa
itu, menyebabkan bangsa Barat khususnya Eropa mengalami keterbelakangan dalam
berbagai aspek kehidupan, utamanya dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan dan
peradaban.
B. Proses Peradaban Islam Masuk di Barat
Dalam beberapa literatur diungkapkan bahwa proses
masuknya peradaban Islam di dunia barat melalui empat cara sebagai berikut:
1. Andalusia (Spanyol)
Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M.
melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan
nama Iberia/Asbania, kemudian disebut Andalusia, ketika negeri subur itu
dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya
Andalusia.[4][14]
Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan
Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke
sana. Mereka adalah T{a>rif bin Ma>lik, T{a>rik bin Ziya>d, dan
Mu>sa> bin Nus}air. T{a>rif dapat disebut sebagai perintis dan
penyelidik, sedangkan Mu>sa sebagai pengirim pasukan, sementara T{a>riq
bin Ziya>d lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya
lebih besar dan hasilnya lebih nyata, yaitu sebanyak 12.000 pasukan dan berhasil
menaklukan Spanyol pada tahun 92 H. atau 711 M.[5][15]
Kemenangan pertama yang dicapai oleh T{a>riq bin
Ziya>d membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi.
Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah
‘Umar bin ‘Abd al-‘Azi>z tahun 99 H/717 M., dengan sasarannya menguasai
daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Prancis Selatan. Gelombang kedua terbesar
dari penyerbuan kaum muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M
ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Prancis Tengah dan
bagian-bagian penting dari Italia.[6][16]
4. Pertukaran perniagaan antara timur dan barat
Peristiwa ini terjadi sejak datangnya bangsa Fatimiah
di Mesir dan menjadikan Mesir sebagai pusat politik, perdagangan dan
kebudayaan. Karena itu penyerangan Mongol di Irak menjadikan Mesir sebagai
ka’bah peradaban Islam di era dinasti Mamalik sebagaimana dikatakan Ibnu
Khaldun.
Mesir telah membantu kemajuan peradaban di Eropa,
adapun kota-kota di Eropa seperti: Pisa, Genova, Venezis, Napoli, Firenze
memiliki hubungan dagang dengan Mesir. Kota-kota inilah yang kemudian menjadi
bangkitnya Eropa atau yang dikenal dengan renaissance serta menjadi
cikal bakal peradaban modern di Eropa.
C. Pengaruh Peradaban Islam di Dunia Barat
Kontak antara dunia Islam dengan dunia Barat terjadi
sejak awal lahirnya agama Islam sekitar abad XV M. Hal ini ditandai dengan
ekspansi yang dilakukan oleh umat Islam dan dapat merebut wilayah-wilayah
kekuasaan kerajaan Romawi pada masa itu, seperti Syam (Siria, Palestina) dan
Mesir. Ekspansi umat Islam ini terjadi sejak pemerintahan khalifah ‘Umar bin Khat}t}a>b.
Pada masa pemerintahan ‘Us\ma>n bin ‘Affa>n pada paruh kedua, ekspansi
umat Islam sempat terhenti. Hal ini terjadi sebagai akibat daripada
komplik-komplik yang terjadi dalam wilayah pemerintahan masa itu. Maka
perluasan wilayah Islam terhenti baik pada masa pemerintahan ‘Us\ma>n bin
‘Affa>n maupun pada masa pemerintahan ‘Ali bin Abi> T{a>lib.
Ekspansi kembali terjadi ketika daulah
Bani> Umayyah berkuasa dan dapat menguasai wilayah-wilayah dan masuk
dalam wilayah kekuasan umat Islam, seperti Afrika Utara, Andalusia (Spanyol),
Kaukasus, dan Antolia. Kekuasaan Islam, di samping Afrika dan Eropa juga Asia.
Ekspansi ke wilayah Timur melalui Sungai Oxus.[7][21]
Perluasan wilayah ke Eropa melalui jalur Utara terhenti ketika pengepungan
kota Bizantium gagal. Pengepungan ini berlangusng selam satu tahun, yaitu
dari tahun Agustus 716-September 717 M. Pengepungan yang cukup lama ini tidak
mampu menjatuhkan kota Bizantium (Tanduk Emas atau Golden Horn). Hal ini
dapat digagalkan dengan menaruh rantai besar di dalam laut.[8][22]
Dengan masuknya Islam ke Spanyol merubah tatanan baru
dan pencerahan terhadap bangsa Eropa dengan sebuah peradaban baru yakni
peradaban Islam yang dibawa oleh bangsa Arab dan masuk melalui Spanyol.
Karenanya, sulit dipungkiri kemajuan Eropa tidak bisa dilepaskan dari
pemerintah Islam di Spanyol.
Montgemary Watt menyebutkan bahwa pengaruh kebudayaan
Islam atas barat dengan tiga hal; Pertama, sumbangan orang Arab ke Barat tidak
diragukan lagi terutama dalam hal-hal yang menyokong perbaikan tingkat
kehidupan dan memperkokoh basis materialnya. Kedua, sebagian besar orang Eropa
kurang menyadari pengaruh orang Arab dan karakter Islam yang mereka ambil dan
ketiga, kesastraan orang-orang Arab dan yang menyertainya telah merangsang
tumbuhnya imajinasi Eropa dan kejeniusan politik orang Romawi.[9][23]
Keterpengaruhan Eropa pada peradaban Islam, bukan saja
pada bidang ilmu pengetahuan akan tetapi juga semangat untuk hidup, sehingga
keterpengaruhan itu bersifat menyeluruh. Reformasi gereja, pembangkangan terhadap
kaum fiodal yang zalim, sistem pendidikan sastra, arsitektur adalah akibat
terpengaruhnya pada peradaban Islam. Menurut M. Qutub, Toga dalam wisuda
itu adalah meniru dari kopiah yang digunakan oleh pelajar Islam yang telah
lulus dari universitas Islam.[10][24]
Di antara bukti-bukti pengaruh Islam di dunia Barat
dapat diklasifikasi dalam beberapa bidang sebagai berikut:
a. Intelektual
Penerjemahan-penerjemahan yang dilakukan oleh umat Islam dari berbagai
bahasa terkait dengan filsafat dan ilmu-ilmu yang lain mengantarkan umat Islam
mencapai puncak kejayaannya. Dari produk terjemahan yang kemudian
diintegrasikan dengan teks-teks al-Qur’an dan hadis serta logika, pencapaian di
bidang keilmuan sampai pada puncaknya. Di antara yang cukup terkenal dengan
produk terjemahannya itu adalah Yahya ibn al-Bitriq (wafat 200 H/ 815 M) yang
banyak menerjemahkan buku-buku kedokteran pemikir Yunani, seperti Kitab
al-H{ayawa>n (buku tentang makhluk hidup) dan Timaeus karya
Plato. Al-H{ajja>j ibn Mat}ar yang hidup pada masa pemerintahan
al-Ma’mu>n dan telah menerjemahkan buku Euklids ke dalam bahasaArab
serta menafsirkan buku al-Majisti karya Ptolemaeus. Abd al-Masih ibn
Na‘i>mah al-Himsi (w. 220 H./835 M.) yang menerjemahkan buku Sophistica
karya Aristoteles. Yuhana ibn Masawaih seorang dokter pandai dari Jundisapur
(w. 242 H/ 857 M.) yang kemudian diangkat oleh khalifah al-Ma’mu>n sebagai
kepala perpustakaan bait al-h{ikmah, banyak menerjemahkan buku-buku
kedokteran klasik. Seorang penerjemah yang sangat terkenal karena banyak
terjemahan yang dilahirkannya adalah H{unain bin Ish{a>q al-Abadi yang
merupakan seorang Kristen Nestorian (194-260 H./ 810-873 M.).[11][25]
1) Filsafat
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya
yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan
penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad
ke-12. minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada
abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn
Abd al-Rahman (832-886 M). Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat
Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan
Ibn Bajjah. Tokoh utama yang kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli
Wadi Asa, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia
lanjut tahun 1185 M.
2) Sains
‘Abba>s bin Fama termasyhur dalam ilmu kimia dan
astronomi. Ia orang yang pertama kali menemukan pembuatan kaca dari batu.
Ibra>hi>m bin Yah{ya> al-Naqqa>s} terkenal dalam ilmu astronomi. Ia
dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa
lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak
antara tata surya dan bintang-bintang. Dalam bidang sejarah dan geografi,
wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal. Ibn Jubair dari
Valencia (1145-1228 M.) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan
Sicilia dan Ibn Bat}u>t}ah dari Tangier (1304-1377 M.) mencapai Samudra
Pasai dan Cina. Ibn Khaldu>n (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada,
sedangkan Ibn Khaldu>n dari Tum adalah perumus filsafat sejarah. Semua
sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol yang kemudian pindah ke Afrika.
3) Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam
mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-H{asan bin Na>fi‘ yang dijuluki
Zirya>b. Setiap kali diadakan pertemuan dan jamuan, Zirya>b selalu tampil
mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai pengubah lagu. Ilmu yang
dimilikinya itu diturunkan kepada anak-anaknya, baik pria maupun perempuan, dan
juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.[12][28]
4) Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam
pemerintahan Islam di Spanyol. Di antara para ahli yang mahir dalam bahasa
Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa yaitu Ibn Sayyidih, Ibn Malik
pengarang Alfiyah, Ibn Haruf, Ibn al-Hajj, Abu ‘Ali al-Isybili, Abu
al-Hasan bin ‘Usfur, dan Abu Hyyn al-Garnat
5) Bidang Kesehatan
Pada akhir abad ke-7 M. Khalid bin Yazid(cucu pertama
dari khalifah Bani Umayyah) merupakan yang pertama dalam sejarah kekhalifahan
umat Islam yang belajar ilmu kesehatan kepada John (seorang ahli bahasa dari
Alexandria) dan beliau juga belajar kimia kepada Marrinos dari Yunani.[13][29] Ahad ibn Ibas
dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umi al-Hasan bint Abi Ja‘far
dan saudara perempuan al-Hafidzh adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan
wanita.
6)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini
banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di
periode klasik. Dengan demikian, pengaruh peradaban Islam sangat besar terhadap
dunia Barat.
1. Peradaban Islam masuk di Eropa dengan empat cara yaitu saluran peradaban
Islam yang mempengaruhi Eropa melalui Spanyol, Sisilia, perang Salib maupun
pertukaran perniagaan, akan tetapi saluran yang terpenting dalam hal ini adalah
Spanyol Islam. Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Barat menyerap
peradaban Islam, baik dalam hubungan politik, sosial, ekonomi maupun peradaban
antar negara. Bahwa suatu kenyataan sejarah Spanyol selama tujuh abad lebih
berada dalam kekuasaan Islam.
2. Pelacakan historis menjadi sangat logis bahwa peradaban Barat dibangun dari rahim fase sejarah Islam menduduki Spanyol. Secara sosial
politik, Islam dalam posisi yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi dan
secara peradaban dalam Puncak keemasaannya. Proses ekspansi ini diikuti dengan transfer of sciense dari kaum muslimin
ke penduduk Spanyol saat itu.
Kebudayaan terbuka dan dermawan ilmu yang dibangun oleh kaum Muslimin saat itu, menjadikan setiap
kelompok, daerah, atau suku bangsa sangat terbuka lebar menimba ilmu
pengetahuan dari kaum Muslimin di Spanyol, termasuk banyak orang-orang Eropa
yang menimba ilmu pengetauan dalam berbagai
bidang dari Muslim Spanyol, baik ilmu-ilmu ‘aqli>> maupun ilmu naqli>.
Ketika mereka sudah kembali ke daerah
masing-masing banyak yang mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut di daratan Eropa.
B. Implikasi
Kemajuan peradaban itu dipengaruhi oleh kemajuan
intelektual yang di dalamnya terdapat ilmu filsafat, sains, fikih, musik dan
kesenian, begitu juga dengan bahasa dan sastra, dan kemegahan pembangunan
fisik. Islam telah membuktikan pada masa lalu bahwa dengan kemajuan
intelektual, khususnya ilmu filsafat, kejayaan dan keemasan akan diraih dan
dirasakan.
Hal tersebut dapat dilihat dari pengaruh peradaban Islam dalam dunia
pendidikan. Pemikiran ibnu Sina, al-Ra>zi> dan Ibnu Rusyd merupakan
pemikiran yang paling banyak dipelajari. Banyaknya para pemuda Eropa yang
belajar ke univesitas-universitas Islam di Spanyol, seperti universitas
Cordova, Sevile, Granada, Malaga dan Salamanca yang aktif menterjemahkan
buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim di Toledo dibawa pulang ke negerinya
kemudian mendirikan sekolah dan universitas di sana.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan universitas pertama di Eropa adalah
universitas Paris yang didirikan tahun 1231 M, tiga puluh tahun setelah
wafatnya Ibnu Rusyd. Di akhir zaman pertengahan Eropa, baru berdiri 18 universitas.
Ilmu yang mereka peroleh dari universitas adalah ilmu kedokteran, ilmu pasti
dan filsafat.Pengaruh ilmu pengetahuan dan peradaban Islam di Eropa yang
berlangsung abad 12 M. itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance)
pusaka Yunani di Eropa abad ke 14 M. berkembangnya pemikiran Yunani di Eropa
ini melalui terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari dan diterjemahkan
kembali ke dalam bahasa latin.
Namun umat Islam tidak boleh hanya sekedar mengingat masa kejayaan Islam
dan pengaruhnya terhadap dunia barat, akan tetapi umat Islam harus bangkit dan
merebut kembali kejayaan-kejayaan masa lalu melalui renaissance Islam
dengan banyak mengirimkan anak-anak terbaik Islam belajar ke dunia barat agar
dapat pulang dengan membawa keilmuan mereka dan mengembangkannya untuk Islam
sebagaimana yang dilakukan pada masa Bani ‘Abbasiyah yang kemudian
dilakukan juga oleh orang-orang Barat terhadap keilmuan Islam.
Akhirnya, sejarah akan berulang meskipun dalam suasana, subyek dan obyek
yang berbeda akan tetapi subtansinya sama. Mudah-mudahan kebangkitan dan
kemajuan Islam kembali di raih setelah hilang sejak abad ke-14 hingga sekarang.
Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong,
Karen. Berperang demi Tuhan; Fundamentalisme dalam Islam, Kristen dan
Yahudi. Cet. III; Jakarta: Mizan, 2002 M.
Departemen Pendidikan RI. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Fauzi, Rifqi. Renaissance Eropa dan Pengaruhnya terhadap
Perkembangan Pemikiran Islam, 07 September 2012, http://fauzidex.multiply.com (21 September
2012).
Hadiwyono, Harun. Sari Sejarah
Filsafat Barat II. Cet. VI; Yogyakarta: Kanisius, 1990.
Hitti, Philip K. Histrory of the Arabs. Cet. I; Jakarta: PT. Serambi
Ilmu Semesta, 1429 H./2008 M.
Langganan:
Komentar (Atom)